“Sebuah kisah
tentang mereka yang memancarkan semangat… Kisah tentang mereka yang
berlomba memberi manfaat… Ini tentang para “pelangi” yang mengajarkan
makna hidup dengan gradasi warna-warni, ada duka, suka, semangat,
senyum, juga cinta. Menyingkap hikmah. Menebar cinta…”
Kutipan kalimat salam pembuka di atas diambil dari buku kedua karya Oki Setiana Dewi yang berjudul: Pernik Cinta Oki Setiana Dewi: SEJUTA PELANGI. Sebuah
karya yang ditulis dari bahasa hati seorang gadis kelahiran Batam, 13
Januari 1989. Karya yang begitu luar biasa untuk gadis seusianya.
Setelah buku perdananya:Melukis Pelangi. Kini Oki menelurkan
kembali karyanya berjudul: Sejuta Pelangi. Lagi-lagi pada buku keduanya,
Oki menggunakan kata “Pelangi”. Tampaknya Oki memandang hidup ini
layaknya pelangi, yang di dalamnya penuh warna.
Berangkat dari
berbagai hikmah yang ia temukan di tahun 2011, Oki kemudian menuliskan
setiap bait penuh hikmah dari lika-liku perjalanan hidupnya ke dalam diaryhariannya.
Melalui perantara berbagai macam orang yang ditemuinya, Oki mencoba
mengumpulkan hikmah hidup yang terserak. Mulai dari kisah-kisah menarik
dari perjalanan hidup Oki sendiri, kisah seorang profesor yang tegar
dalam menghadapi cobaan hidupnya, suka-duka para wanita di Lapas Wanita
Tangerang, cerita tentang ketaatan seorang anak dalam beribadah, tentang
kekayaan hati pedagang tua yang penderma, tentang dua orang nenek yang
masih giat mencari ilmu, dan banyak kisah lainnya yang begitu menggugah
jiwa, melecut semangat.
Dari setiap
kisah yang ia tuliskan dalam buku keduanya ini, Oki mencoba untuk
memaparkan dengan bahasanya yang ringan tentang hikmah yang di dalamnya.
Hikmah tentang ketegaran dalam menghadapi cobaan hidup. Hikmah tentang
bagaimana mencintai dan mengasihi sesama. Tentang bagimana menghargai
masakan ibunda di rumah. Tentang bagaimana menjadi insan yang cinta pada
Allah, pada Al-Qur’an, pada Nabiyullah SAW dengan segala ajaran yang
dibawanya untuk umatnya.
Dengan model
kepenulisan Oki yang sama sekali tak menggurui, agaknya Oki telah
berhasil menghanyutkan para pembacanya hingga kisah-kisah yang ditulis
terasa begitu menyentuh. Oki pun sepertinya menulis dari bahasa hatinya
yang ia sampaikan dengan niat fastabiqul-khoirat. Layaknya
sebuah karya yang ditulis dari hati, sampainya pun akan ke hati para
penikmatnya. Apalagi bahasa yang ringan dan mudah dicerna menjadikan
buku Oki ini kian bernilai lebih dan dapat dinikmati dari berbagai
kalangan usia pembaca.
Selamat Membaca! Semoga menemukan berbagai hikmah di dalamnya!
RP. 49.000,-

0 comments:
Post a Comment